Film Kolosal Terbaik The Patriot : Ketika Nasionalisme dan Kebebasan Berbicara

Film Kolosal Terbaik The Patriot : Ketika Nasionalisme dan Kebebasan Berbicara

Film ini menceritakan tentang seorang petani benama Benyamin Martin yang diperankan oleh Mel Gibson. ketika itu, Benyamin Martin tinggal di sebuah wilayah yang sedang mengalami masa-masa perebutan kekuasan wilayah sehingga terjadi konflik peperangan. Akan tetapi, Martin lebih memilih untuk hidup berdamai agar dapat menghindari kejamnya perang dan ingin hidup bahagia bersama keluarganya sebagai petani sederhana disebuah tempat yang terpencil. Bagi Martin, peperangan hanya menjadikan sebuah alasan untuk melakukan pembunuhan dan mengabaikan nyawa untuk dibuang sia-sia demi segelintir kekuasaan semata.

Film Kolosal Terbaik The Patriot Ketika Nasionalisme dan Kebebasan Berbicara

Kemudian, keadaanpun menjadi berubah saat salah seorang anaknya terbunuh oleh tentara Inggris dan keadaan Martin semakin marah dan prinsip hidupnya menjadi berubah seketika serta merasa jengkel dengan mengancam peperangan yang tidak ada ujungnya itu sehingga mengakibatkan banyak orang-orang yang tidak berdosa mati sia-sia.

Kejadian itu pun memicu Martin menjadi lebih benci terhadap perang dan berubah 180 derajat untuk ikut berperang karena kematian anaknya. Kemudian Martin pun langsung bergabung dengan tentara Amerika Serikat untuk memberikan perlawanan terhadap tentara Inggris. Martin berangkat berperang bersama anak pertamanya karena ingin membalas dendam karena adiknya terbunuh. Berdasarkan kutipan dari blog omdimas, Pada awalnya, Martin menolak mentah-mentah niat anak sulungna, namun dari semua pasukannya tidak ada pasukan pengganti sehingga mau tidak mau dia mengizinkan anaknya untuk ikut berperang.

Walaupun belum pernah mempunyai pengalaman sama sekali untuk berperang dikarenakan sejak kecil mereka dididik untuk menjadi seorang petani saja, sedangkan lainnya hanya lah seorang pemabuk dan orang-orang yang tidak mempunyai keahlian perang. Hingga pada akhirnya, pasukan Amerika Serikat yang dibantu pasukan Martin dari desa hanya mempunyai peluang yang sangat kecil dimedan pertempuran karena kurangnya jumlah pasukan dan persenjataan. Namun Martin pun tidak menyerah dan terus berusaha untuk mengumpulkan semua pasukannya dan dilatih sedemikian rupa serta mengatur strategi untuk mengurangi jumlah korban.