Doa Senjata Utama Melawan Bencana

kekuatan doa

Dahsyatnya kekuatan doa bagi orang-orang musyrik dan fasik tatkala tertimpa bencana duniawi. Bayangkan bagaimana ampuhnya kekuatan doa bagi orang-orang mukmin yang shalih saat tengah menghadapi ujian… Sungguh pertolongan Allah begitu dekat atas diri mereka. Pintu pintu keluar dari segala kesusahan telah menantikan mereka dengan penuh rindu. Limpahan nikamt dan kasih sayang Nya telah terhampar di hadapan. Mereka cukup menyandarkan diri dengan penuh ketundukan kepada Nya dan memanjatkan permohonan yang mereka butuhkan. Setelah itu, mmereka tinggal menantikan khasiatnya.

Dalam banyak ayat Alquran dan hadits Nabi dijelaskan bahwa doa merupakan senjata utama bagi setiap hamba dalam menghadapi bencana yang menimpanya. Doa juga merupakan sarana utama untuk meraih keinginan dan mendekatkan diri kepada Allah. Apalagi di akhir zaman seperti sekarang ini. Zikir akhir zaman mutlak diperlukan. Sebagaimana dalam firman Nya :

” Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadaNya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai penguasa di bumi? Apakah disamping Allah ada ilah yang lain? Amat sedikitlah kalian mengingati-Nya.

An Naml :62

 

Peranan doa begitu vital bagi kehidupan manusia, terlebih pada saat tengah dirundung berbagai masalah dan kesengsaraan. Doa menandakan ketundukan hati, penyerahan diri, dan keyakinan penuh akan kuasa Allah. Doa, dengan demikian merupakan wujud dari inti ibadah, yaitu ketundukan dan kerendahan diri seorang hamba dihadapan Nya. Oleh karenanya, Allah menyamakan orang yang enggan berdoa dengan orang yang sombong dan tidak mau beribadah kepada Nya. Bagi mereka Allah menyediakan siksaan yang pedihnya tiada terkira. Allah berfirman :

Dan Rabbmu berfirman, ” Berdoalah kepada Ku, Niscaya akan Kuperkenankan bagi kalian. Sesungguhnya, orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah Ku ( maksudnya adalah berdoa kepada Ku ) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”

Al Mukmin : 60

Dia orang yang lemah, namun memaksakan diri untuk membusungkan dada, menegakkan tulang punggungnya dan bertumpu pada kedua kakinya yang rapuh.

Sungguh malang nasib orang yang lemah namun berlagak kuat dan tegar ini. Kemampuannya tidak akan bertahan didepan gelombang musibah yang bertubi-tubi menghantamnya. Tak lama lagi, ia akan digulung, diseret dan ditenggelamkan oleh gelombang ujian ke dasar lautan keputus-asaan dan kegagalan. Sungguh tepat hadits Nabi melukiskan orang seperti itu sebagai orang yang paling lemah.

Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda,

“Manusia yang paling kikir adalah orang yang kikir untuk memberi salam, dan manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak sanggup lagi untuk sekedar berdoa”